Dinas PUPR, Buton Utara –
Dalam upaya memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buton Utara melalui Tim Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan kegiatan survei air baku di wilayah Sungai Waculaea Kecamatan Kulisusu. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam perencanaan pembangunan infrastruktur air baku yang andal dan berkelanjutan, dengan fokus pada pemetaan jalur rencana jalan inspeksi menuju sumber air baku.
Survei ini dilakukan secara langsung di lapangan dengan tujuan utama memetakan jalur akses yang akan digunakan nantinya dalam mendukung proses pekerjaan kedepan. Dengan medan yang bervariasi, tim menelusuri jalur dari jalan poros kabupaten hingga ke lokasi sumber air di Sungai Waculaea. Rute ini sebagian besar melewati jalan desa dan jalan tani yang sudah ada, yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Namun, tantangan tersisa pada segmen akhir perjalanan, di mana akses hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1,5 hingga 2 kilometer.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi topografi dan vegetasi di sekitar jalur tersebut relatif mendukung untuk pengembangan jalan inspeksi. Selain itu, tim juga mencatat bahwa di bagian hulu Sungai Waculaea terdapat percabangan aliran sungai yang berpotensi menambah volume debit air baku secara signifikan. Potensi ini menjadi bagian penting bagi perencana teknis untuk mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia bagi kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun pengembangan sektor pertanian dan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Buton Utara, Ir. Jajang Sanjaya, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kegiatan survei ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur dasar, terutama dalam penyediaan air baku yang menjadi kebutuhan vital masyarakat, serta merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung rencana pembangunan Sistem Air Baku di Kecamatan Kulisusu, yang diproyeksikan akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. “Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa setiap tahap perencanaan didasarkan pada data lapangan yang akurat dan berkelanjutan,” ujarnya.


