Dinas PUPR, Buton Utara – Setiap tetes air yang mengalir di saluran irigasi bukan sekadar aliran biasa—ia adalah sumber kehidupan bagi ribuan hektar sawah, denyut ekonomi pedesaan, dan simbol keberlanjutan pangan daerah. Kesadaran inilah yang melandasi pelaksanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi oleh Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buton Utara. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan sistem irigasi tetap berfungsi optimal sepanjang tahun.
Sebagai kegiatan rutin tahunan, operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keberlanjutan infrastruktur pertanian. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika kebutuhan air pertanian, kegiatan ini menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga produktivitas lahan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Buton Utara.
Pada tahun 2024, fokus kegiatan OP diarahkan ke Daerah Irigasi (D.I.) Lambale yang merupakan jaringan irigasi teknis yang memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan wilayah. D.I. Lambale dikenal sebagai salah satu sentra pertanian yang menopang pasokan beras lokal, sehingga perawatan terhadap jaringan airnya menjadi sangat krusial. Melalui kegiatan OP, pemerintah berupaya memastikan agar aliran air ke lahan pertanian berjalan lancar tanpa hambatan.
Rangkaian kegiatan OP di D.I. Lambale meliputi berbagai bentuk perawatan jaringan irigasi, antara lain pembersihan dan pembabatan rumput serta semak-semak di area bendung dan sepanjang saluran, pengerukan lumpur yang mengendap, perawatan pintu saluran, serta perbaikan ringan terhadap bagian saluran yang mengalami kerusakan. Langkah-langkah ini dilakukan secara terukur dan berkesinambungan agar sistem irigasi dapat bekerja dengan efisien, terutama pada musim tanam yang membutuhkan pasokan air stabil.
Selain kegiatan fisik di lapangan, pelaksanaan operasi dan pemeliharaan juga mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Berdasarkan regulasi tersebut, kegiatan OP meliputi pemantauan kondisi jaringan, pengaturan pembagian air, pengumpulan data operasi, serta koordinasi dengan kelompok tani pengguna air. Dengan demikian, OP bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga sebuah sistem manajemen sumber daya air yang terencana dan berorientasi pelayanan.
Melalui kegiatan ini, optimalisasi jaringan irigasi menjadi tujuan utama. Irigasi yang terawat baik akan mengurangi kehilangan air, memperpanjang umur infrastruktur, dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan air di lahan pertanian. Hasil akhirnya adalah produktivitas yang lebih tinggi dan kesejahteraan petani yang meningkat—sebuah efek berantai positif dari kerja nyata di lapangan.
Lebih dari itu, pelaksanaan OP juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga teknis, dan masyarakat petani. Dengan semangat gotong royong, kegiatan ini tidak hanya menjaga saluran irigasi tetap bersih dan berfungsi, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap infrastruktur bersama. Petani menjadi mitra penting dalam menjaga keberlanjutan irigasi yang menjadi tumpuan kehidupan mereka sehari-hari.
Melalui program Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi di D.I. Lambale tahun 2024 ini, Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Buton Utara kembali menegaskan komitmennya: air harus tetap mengalir, sawah harus tetap hijau, dan pangan daerah harus tetap terjaga. Sebab, dari irigasi yang terpelihara dengan baik, tumbuh harapan dan ketahanan bagi masa depan pertanian Buton Utara.


