Dinas PUPR, Buton Utara –
Pemerintah Kabupaten Buton Utara bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari bergerak cepat melakukan penanganan dampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah daerah irigasi di Kabupaten Buton Utara. Penanganan dilakukan melalui kerjasama Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari dengan Pemerintah Daerah yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pertanian. Sinergi lintas instansi ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus mengantisipasi potensi gagal panen pada musim kemarau. BWS Sulawesi IV Kendari sendiri secara konsisten memperkuat kesiapsiagaan bencana hidrologi melalui pembentukan satgas, koordinasi lintas sektor, serta penyediaan personel dan peralatan untuk penanganan darurat.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani kondisi tersebut, Bupati Buton Utara Afirudin Mathara, didampingi Kepala Dinas PUPR La Ode Husima, Kepala Bidang Sumber Daya Air Jajang Sanjaya, serta Tim SDA turun langsung meninjau sejumlah areal persawahan yang terdampak kekeringan. Pemantauan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, menentukan prioritas penanganan, sekaligus memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat segera terpenuhi sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Sebagai langkah awal penanganan, tim gabungan menerjunkan mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air ke areal persawahan di Desa Soloy Agung, yang berada pada Daerah Irigasi (D.I.) Lambale. Bantuan air tersebut dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan akibat berkurangnya debit air irigasi. Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan lanjutan hasil kolaborasi antara BWS Sulawesi IV Kendari dan BPBPK, pada Senin (10/8) kembali disalurkan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter guna memperkuat distribusi air ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, data sementara (data awal) menunjukkan potensi dampak kekeringan mencapai sekitar 50 hektare pada D.I. Lambale, 10 hektare di D.I. Lahumoko, serta 54 hektare di D.I. Buranga. Luasan tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi terus bertambah apabila kondisi cuaca kering serta minimnya curah hujan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, kawasan-kawasan tersebut menjadi prioritas penanganan agar tanaman padi tetap memperoleh pasokan air yang memadai hingga memasuki masa panen. Selama proses penanganan berlangsung, Tim Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Buton Utara tetap siaga di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi, melakukan pembaruan data terdampak, mengoordinasikan distribusi air, serta memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat tani.


